Minggu, 23 September 2012

Makan untuk Hidup, Bukan Hidup untuk Makan



Setiap manusia pasti mempunyai tujuan hidupnya masing-masing,dan sudah pasti berbeda-beda.
Manusia saling berlomba untuk selalu memenuhi semua kebutuhan hidupnya itu sudah merupakan hukum alam.
Tapi apakah dalam menjalani hidup, kesuksesan seseorang harus diukur dengan besar kecilnya pendapatan ?
Saya yakin tidak karena kita diciptakan Tuhan disertai akal dan pikiran, itulah kelebihan kita sebagai manusia dibandingkan dengan makhluk Tuhan lainnya,oleh sebab itu pendapatan bisa yang besar bukan satu-satunya lambang sebuah kesuksesan,melainkan nilai-nilai positif yang kita ciptakan pada diri dan lingkungan kita itulah tolak ukur sebuah kesuksesan.

Setiap Manusia yang sadar akan tujuan penciptaanya pasti selalu ingin membuat hidupnya lebih bernilai dari hari kehari…
Apakah dalam bekerja semata-mata hanya agar supaya semua kebutuhan hidup kita bisa tercukupi?
Saya menjawab ini sesuai dengan pandangan hidup saya.

Saya merasa saya bekerja bukan hanya agar semua kebutuhan saya tercukupi,tapi bagaimana agar setiap rejeki yang saya peroleh mempunyai nilai positif bagi hidup saya.
Saya Bekerja agar bisa makan dan tetap hidup lebih bermakna, dibandingkan Hidup hanya untuk makan semata-mata,tanpa adanya keseimbangan antara diri dengan lingkungan.
Makan Untuk hidup mencerminkan pribadi seorang yang gigih dalam berjuang.
Sedangkan Hidup Hanya untuk makan melambangkan sifat egoisme dan individualisme yang kaku serta malas dalam berjuang dan bertarung dalam menapaki hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar